Bab 96.

2233 Words

“Sudah terlambat.” Tanpa sadar, Kansa mengucap apa yang ada di dalam kepalanya. Membuat orang yang sedang tersambung dengannya terkejut bukan main. “A-apa?” Di tempatnya, Sultan langsung menegakkan punggungnya. Mendadak jantungnya bergerak cepat. “Kansa, kamu … tidak sedang menolakku, kan?” “Hah? Apa?” Kansa terkejut. Gadis itu menelan salivanya. “Kamu bilang … sudah terlambat.” Kansa mengusap kening sambil meringis. Membuat sang ibu yang masih memperhatikan, mengerutkan kening. “Oh, itu … acara televisinya. Um, aku sedang nonton televisi.” Kansa membuat alasan. Kenapa juga mulutnya lancang bicara. Mengutarakan isi di dalam kepalanya. Astaga. Kansa mengeluh dalam hati. Sultan menghembus napas lega. “Kamu membuatku syok.” “Hahaha ….” Kansa tertawa garing. Sultan syok? Oh, jadi dia bi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD