“Lihat ini.” Sultan menghampiri Kansa yang sedang duduk di teras dengan ponsel di tangan. Pria itu meletakkan pamflet ke atas meja, lalu ikut duduk di kursi teras. Duduk terpisah meja dengan sang istri. Pria itu menoleh ke kiri. Melihat Kansa meletakkan ponsel, kemudian mengambil pamflet yang ia bawa tadi. “Apa ini?” tanya Kansa sambil membuka pamflet tersebut. Kening Kansa langsung mengernyit begitu membaca informasi pada selembar kertas yang sebelumnya terlipat tiga. “Ada beberapa paket liburan. Kamu pilih tempat mana yang kamu inginkan.” Sultan tersenyum saat sang istri menoleh lalu tatapan mata mereka bertemu. Dia serius dengan ajakannya. Dia ingin sesaat pergi bersenang-senang bersama istrinya. Hanya berdua. Ah … rasanya benar-benar menyenangkan memanggil Kansa istri. Sultan memper

