Setelah selesai makan malam, Sultan meminta izin ibu mertuanya--mengajak Kansa ke kamar untuk memperlihatkan kejutan yang ia siapkan untuk sang istri. Keduanya berjalan meninggalkan Sumi yang masih duduk di tempatnya. Sepasang mata tua wanita itu menatap punggung putri dan menantunya yang semakin lama semakin menjauh, lalu tak lagi bisa terjangkau oleh pandangan matanya yang terbatas. Sumi menoleh ke kanan—menatap piring Sultan yang sudah kosong. Bersih. Anak menantunya itu benar-benar melahap masakan sang istri tanpa menyisakan sedikitpun di atas piringnya. Sumi merasakan dadanya begitu berat. Wanita itu membuka sepasang bibirnya untuk memasukkan lebih banyak oksigen ke dalam paru-parunya. Jika ia tidak mendengar cerita Kansa tentang bagaimana pernikahan itu terjadi dan mengetahui sep

