Sultan mempercepat ayunan kakinya. Mengangkat tangan kiri, pria itu sedikit menyibak ujung jas. “Setelah ini kita lanjut besok saja lagi, Ardian.” “Baik, Pak.” Ardian mengangguk. Pria itu mempercepat gerak dua kakinya untuk bisa mengimbangi langkah cepat sang bos. “Selamat datang, Pak.” Seorang wanita muda dengan pakaian rapi menyambut kedatangan Sultan dan Ardian. Sales showroom mobil itu berjalan mengikuti sang pemilik showroom dan asisten pribadinya. Sementara seorang pria dengan setelan jas, tampak setengah berlari dari bagian dalam showroom. Menyongsong Sultan dan Ardian. “Pak Sultan, Pak Ardian,” sapa pimpinan di showroom mobil mewah tersebut. “Bagaimana penjualan satu bulan ini?” tanya Sultan yang kini sudah berhenti berjalan. Pria itu memutar kepala—mengedarkan pandangan mata.

