Dua Puluh Empat

1321 Words

"Betapa aku merindukanmu" “Duh, kok dadakan gini sih, Ra? Kan kemarin bilangnya kamu yang mau ke rumah!” pekik Gauri ketika Tara menelponnya. “Duh Sorry nih Ri, Masku bisanya ketemu di deket kantornya soalnya dia lagi banyak kerjaan juga.” Gauri memutar bola matanya. “Tapi itu di daerah dago atas lho, Ra! Mana ketemuannya jam 12 dan ini udah jam setengah 11.” “Keburu kok Ri, oke? Ketemu di sana ya! Tenang deh, nanti aku traktir kamu makan. Oke deh Gauri, dandan yang cantik ya.. bye-bye!!” Tara menutup teleponnya. Gauri menyimpan HPnya dengan perasaan kesal. Kemarin Tara menghubunginya untuk pembuatan kartu undangan dan souvenir, dan ia bersama calon suaminya akan datang langsung ke rumah Gauri biar sekalian lihat contoh souvenir di studio Gauri langsung. Namun tiba-tiba gadis subur it

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD