“Selamat pagi” sapa Arga saat ia baru terbangun di pagi keduanya setelah menjadi suami. Ia masuk ke dapur dan mengambil segelas minum untuk menyadarkan dirinya dari rasa ngantuk yang masih mendera. Matanya menatap Rachel yang sibuk memasak, kemudian menoleh saat mendengar suaranya. “Pagi” jawab Rachel singkat. “Masak apa?” “Aku cuma bisa masakan sederhana aja, jadi pagi ini aku nyambel ayam doang” jawabnya ragu. Ia cukup malu untuk mengatakan kalau ia tak begitu pandai dalam hal memasak. Salahnya sendiri memang, karena ia yang terus menolak ajakan Mamanya saat memanggilnya untuk belajar memasak. Ia terus mengatakan akan belajar nanti-nanti dan nanti, tanpa tahu kalau nantinya adalah setelah berumah tangga seperti ini. Arga mengangguk, lalu mendekati Rachel, lebih tepatnya menuju wastaf

