60

1767 Words

Arga menoleh ke belakangnya saat mendengar suara langkah kaki yang mendekat. Saat ini ia sedang bersandar di meja dapur sambil menyeduh kopi dengan air panas yang ia didihkan. Ia tersentak ke belakang dengan wajah terkejut saat istrinya langsung menubruk tubuhnya dan mendekap dengan erat, meski begitu, ia akhirnya membalas pelukan itu tak kalah erat. “Kenapa? Ada masalah di kampus? Ada yang ganggu kamu?” tanya Arga begitu memikirkan kemungkinan yang terjadi setelah istrinya itu tak masuk ke kampus selama tiga minggu. Rachel menggeleng dalam pelukan suaminya, “Enggak, tapi aku cuma ngerasa asing sama temen-temen” adunya dengan suara yang cukup pelan. Selama berjalan di koridor gedung Matematika, ia bisa merasakan pandangan sinis karena mereka memberikan tatapan itu secara terang-teranga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD