30

2430 Words

Rachel menghela nafas kasar sambil melemparkan tasnya ke atas tempat tidur Lidya. Ketiga temannya langsung menoleh dengan penasaran mendengar helaan nafas panjang yang terasa seperti Rachel sedang memikul beban negara. “Kenapa lo?” tanya Lidya, namun ia tetap tak beranjak dari sofa, sama seperti Megan dan Ruth yang hanya menatap Rcahel yang perlahan mendekat ke arah mereka. “Gue bingung” curhat Rachel mengutarakan isi hatinya saat ini. Ia benar-benar dilema karena percakapan dengan Arga dan mertuanya dua hari yang lalu. Flashback On "Hai Ma" sapa Rachel dengan senyum lebarnya kepada Jessie yang menyambutnya dengan pelukan hangat. Ia sangat senang bisa mendapatkan seorang mertua yang sebaik Jessie, dibandingkan orang-orang di luar sana yang mungkin saja tidak diterima dengan baik. "Se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD