" Sela Adistia yang biasa dipanggil Sela adalah anak pasangan dari Siska dan kamal.
Kedua orang tuanya menikah karena dijodohkan. Kamal ayahnya Sela seorang pengusaha sukses.
Awal pernikahannya begitu bahagia. Setelah,dua tahun menikah keadaan rumah tangganya mulai carut marut.
Gaya hidup nya yang hedon dan suka menghambur -hamburkan uang untuk keperluan yang tidak penting, membuat perusahaan Kamal bangkrut. Siska selalu berfoya -foya dan berbelanja barang -barang mewah dan mahal.
Hanya tujuh tahun usia pernikahannya dengan Kamal bertahan. Setelah Kamal suaminya bangkrut Siskapun meninggalkan Kamal dan membawa Sela pergi. Siska tidak sudi hidup miskin bersama Kamal nantinya. Saat tau perusahaan Kamal bangkrut Siskapun pergi tanpa pamit pada Kamal.
Kepergiannya dari Kamal untuk mencari seseorang yang bisa membuat hidupnya berkecukupan.
Tanpa diduganya Siska bertemu dengan mantan pacarnya yang dulu.
Pertemuan yang tidak berlangsung lama dan cukup singkat karena hanya dua bulan. Siska dan sang mantan terse but memutuskan menikah.
Tentu saja Siska begitu senang saat tau yang dinikahinya mantan pacarnya yang dulu ia tinggalkan karena dirinya dijodohkan dengan orang lain.
Dulu memang mantan pacar nya yang bernama Ari Subagyo belum sekaya sekarang, makanya Keluarga tidak setuju dan menjodohkannya dengan orang lain.
Setelah menikah dengan mantan pacarnya yang dulu, kehidupan Siska dan anaknya mulai berubah.
Siska senang karena dirinya bisa menguasai kekayaan suaminya sekarang yang sudah kaya.
Padahal semua kekayaan itu bukan milik suaminya melainkan milik mendiang istrinya yang sudah meninggal.
Siska dan anaknya Sela begitu dimanja oleh suaminya sekarang.
Suaminya yang bernama Ari itu begitu tunduk padanya dan selalu menuruti apa yang diinginkan keduanya.
Karena terlalu dimanja Sela berubah jadi gadis yang angkuh dan sombong. Sela juga sama seperti ibunya, suka berfoya -foya dan menghambur -hamburkan uang untuk berbelanja yang tidak penting.
Sela juga sangat kasar dan manja.
Wajahnya memang cantik badannya tinggi langsing. Setiap lelaki yang dekat dan melihatnya pasti akan langsung jatuh hati padanya.
Sela juga selalu berpakaian Seksi dan ketat. Sela selalu memamerkan bentuk badannya yang bagus.
Banyak lelaki yang sudah menjadi korbannya karena Sela memang pintar merayu. Orang yang dekat dengannya adalah orang kaya semua. Sela selalu memoroti orang -orang kaya tersebut, setelah jatuh miskin dan semua hartanya Sela ambil, Sela akan meninggalkannya begitu saja.
Sela Dan saudara tirinya juga tidak akur. Sela sangat berkuasa sama seperti ibunya. Padahal mereka hanya menumpang.
Sela tidak senang melihat saudara tirinya hidup senang dan bahagia.
Sela memaksa Ayah tirinya untuk menikahkan anaknya sebagai ganti pengantin dirinya. Sela ingin melihat saudara tirinya hidup miskin dengan lelaki yang miskin.
Kehidupan Sela dan ibunya berubah drastis setelah keduanya menyingkirkan anak kandung suaminya.
Sela Dan Siska berencana ingin menguasai harta kekayaan milik saudara tirinya.
Pagi ini Sela ingin bertemu dengan seseorang yang biasa memberinya segala apa yang dia inginkan.
Ibunya Sela yang bernama Siska begitu penasaran dan bertanya.
Sel kamu mau kemana hari ini? Mama beberapa hari ini tidak melihat kamu jalan bersama pacarmu, jangan bilang kalian sudah putus ucap Siska.
Sela tersenyum kearah ibunya.
Ibu tenang saja, aku belum putus dengannya, sekarang dia sedang keluar negri. Ada pekerjaan disana.
Hari ini aku ingin bertemu seseorang yang kaya lebih kaya darinya, ibu tenang saja, ibu mau apapun pasti Sela belikan.
Siska tersenyum bahagia kepada anaknya, Sela memang pintar dan cerdik dalam merayu.
Tentu saja sayang, mama dukung apapun yang kamu lakukan. Belikan mama barang -barang yang mahal seperti biasa.
Kuras semua uangnya dan beli barang -barang mahal.
Mereka berdua tertawa senang. Mereka sebentar lagi akan mendapatkan kekayaan yang banyak.
Tibalah disebuah klub malam. Sela bertemu seseorang tersebut diclub malam.
Tampak olehnya seorang lelaki paruh baya seumur ayahnya yang sudah duduk santai sedang menunggu kehadirannya.
Hay sayang, selamat datang, duduklah manis, kemarilah aku begitu sangat merindukanmu ucap silelaki tersebut.
Sela pun berjalan dengan begitu seksinya dan langsung duduk dipangkuan sang lelaki paruh baya tersebut.
Lelaki yang pantasnya disebut Ayah itu ,kini menjadi sugar daddy nya Sela. Sela tampak bergelayut manja dipangkuannya. Sela tidak merasa risih sedikitpun yang penting semua kemauannya dituruti.
Si lelaki paruh baya tersebut langsung saja membawa Sela kesebuah hotel ternama. Keduanya memang sering melakukan hal tersebut.
Sela pun memberikan kesuciannya pada orang tersebut tanpa setahu pacarnya sekarang. Sela sangat licik.
Setelah semalaman memadu kasih, Sela dan silelaki yang bernama Daniel tersebut tampak sedang berbaring diranjang empuk tersebut.
Om, mana mobil yang om janjikan untukku, bukankah om sudah janji membelikannya untukku ucap Sela manja.
Silelaki yang bernama Daniel tertawa.
Tenanglah saya, om sudah menyiapkannya untukmu ucap lelaki berperut buncit dan berkepala plontos itu menjawil dagu Sela.
Ambillah ini dan pakailah sesuka hatimu ucap silelaki mengeluarkan sebuah kartu hitam dari dompetnya dan memberikannya pada Sela.
Sela sampai ternganga dibuatnya.
Beneran om ini buat aku ucapnya tampak tersenyum.
Tentu saja sayang ku, karena kamu sudah membuatku puas, sekarang layani aku lagi ucap silelaki yang langsung menggerayangi tubuh Sela yang masih telanjang bulat itu.
Tentu saja dengan senang hati keduanya kembali melakukan hubungan badan yang tidak seharusnya mereka lakukan.
Setelah selesai Sela pun pamit karena sudah tidak sabar untuk segera berbelanja.
Sela langsung menuju sebuah showrom mobil dan langsung membeli sebuah mobil keluaran terbaru yang harganya begitu pantastis.
Setelahnya Sela langsung pulang dengan mengendarai mobil mewah tersebut.
Saat sampai rumah, Ari Subagyo Ayah tirinya begitu bingung saat melihat ada sebuah mobil mewah terparkir dihalaman rumahnya yang besar.
Mobil mewah siapa pikirnya. Ari yang baru pulangpun gegas saja masuk kedalam rumahnya.
Dilihatnya anak tiri dan istrinya sedang duduk berdua diruang tv dan tampak sekali keduanya sangat bahagia.
Siska mobil mewah siapa yang Ada didepan rumah kita ucapnya menatap tajam anak dan istrinya.
Keduanya tampak tersenyum, Siska segera saja menghampiri suaminya yang berdiri tidak jauh darinya dan tampak kebingungan.
Siskapun menjelaskan pada suaminya.
Oh itu mobil nya Sela pah. Pacarnya yang kaya raya itu membelikan hadiah mobil mewah itu untuk Sela ucap Siska berbohong sesuai apa yang Sela bilang tadi padanya.
Wah selamat ulang tahun ya sayang, maaf Papa tidak tau, kalau hari ini ulang tahunmu ucap Ari yang langsung memeluk anak tirinya tersebut.
Baik sekali pacarmu, hebat dia sampai membelikan mobil mewah padamu ucap Ari bangga.
Mau hadiah apa dari Papa, coba bilang ucap Ari tersenyum kearah Sela.
Sedangkan Siska dan Sela hanya saling pandang, Ari suaminya sangat bodoh bisa ditipu oleh keduanya. Padahal hari ini bukan ulang tahun Sela.
Sela pengen dibelikan apartment Papa. Sela ingin tinggal sendiri ucap Sela.
Siska mengernyitkan dahinya bingung,sejak kapan Sela anaknya yang manja itu ingin hidup sendiri.
Tidak Sela mama, nggak ngijinin kalo kamu tinggal sendiri. Mama ingin kita sama -sama aja sebelum kamu menikah ucap Siska tidak setuju.
Tidak mah, aku pinta Papa belikan apartment untuk investasi ucap Sela yakin lalu mengedipkan matanya kearah Siska.. Siskapun paham dan mengerti maksud Sela.
Gimana pah, Sela ingin Papa belikan apartment untuk hadiah ulang tahunnya ucap Siska.
Baiklah mah, apapun yang princesnya Papa minta pasti Papa berikan ucap Ari yakin.
Tentu saja keduanya senang dan langsung memeluk Ari.
Serius pah, Papa mau bliin Sela apartment ucap Sela tak percaya. Iya sayang ucap Ari yakin.
Dua hari kemudian Aripun menepati janjinya dan membelikan sebuah apartment mewah kepada Sela anak tirinya tersebut.
Sedangkan untuk anak kandungnya saja, Ari tidak pernah perduli bahkan hanya untuk sekedar menanyakan kabarnya saja tidak sama sekali. Bagaimana perasaan Dira saat tau ayahnya membelikan sebuah apartment mewah untuk anak tirinya itu? bisa dibayangkan Dira pasti akan kecewa dan sakit hati, karena ayahnya tidak pernah adil pada nya.