Ini sudah malam dan jam kerja Kevin sudah selesai, jadi dia sudah pulang beberapa saat yang lalu, dan akan kembali besok pagi. Jina pun sendirian lagi, duduk diam di kamarnya, dan memikirkan pembicaraannya dengan Kevin tadi. Jina kembali menyentuh perutnya dan mulai membayangkan masa depan ketika Dean dan Jessica mengambil bayi yang ia lahirkan, sedangkan ia ditinggalkan sendirian. "Dulu, aku tidak peduli tentang hal itu karena akan mendapatkan uang, tapi sekarang aku takut hanya dengan membayangkannya saja," gumam Jina. "Kau bahkan bisa begitu perhatian dan sayang pada anak mantan pacarmu, jadi tentu saja kau akan sangat sayang pada anakmu juga." Kalimat Kevin terlintas semakin banyak di benak Jina dan membuatnya semakin bingung dengan perasaannya saat ini. Jina bahkan belum menemukan

