Part 28

2218 Words

Anna kembali ke ruang kerjanya dan menangis sejadinya di dalam sana. Hatinya sangat sakit dan nyeri, pikirannya tak mampu menjangkau cara berpikir Brandon. Mungkinkah usia yang terpaut jauh ini membuat cara berpikir mereka tak pernah sejalan?  Anna duduk di bawah kolong meja kerjanya, menangis sejadinya tak tertahankan lagi, hatinya sangat sakit nyeri bagai diremas sesuatu yang sangat besar.   Ceklek. Pintu ruang kerja Anna ada yang membuka, Anna langsung menutup mulutnya, dia tak ingin siapapun itu yang masuk mengetahui kalau dirinya sedang menangis disana. "Sudah kuduga! Dia tak akan kembali kemari, sangat mudah ditebak! Syukurlah." Ucap pria itu. Anna terkejut mendengar suara itu yang terdengar masuk ke ruangan. Ya. Brandon yang masuk ke ruangan itu. Anna tetap menyembunyikan diri

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD