"Kau sudah memaafkannya?" Tanya Brandon, Anna hanya menunduk. "Entah lah, sekarang aku tak tahu harus bersikap bagaimana, aku juga bingung menjelaskan pada Ciquilita." Sahut Anna. Brandon berdiri dari tempat tidur dan menghampiri Anna, memegang kedua bahu Anna dan menatap Anna. "Anna, tidak adil baginya jika kau terus membencinya. Dia juga sangat menderita saat kehilangan dirimu dan Ciquilita, kalian menghilang bagai ditelan bumi bagi ibumu." Ucap Brandon mencoba memberi pengertian pada Anna. "Aku tahu, tapi...aku...." Anna ragu dengan kalimatnya. "Semua memang butuh waktu, tapi asal kau mau membuka sedikit hati dan pikiranmu, mungkin semua tak akan sesulit seperti yang kau takutkan." Ucap Brandon dan Anna mengangguk pelan. "Brandon, apa kau bisa menolongku dan ibuku?" Tanya Anna. "

