"Apa perlu aku jelaskan, bagaimana aku bisa sampai ke sini?" tanya Erik menatap Kiara dan duduk di hadapannya. "Ya jelas aku penasaran, aku nggak sempat pamit sama kak Erik, mas Deden dan mbak Ira, gimana kakak bisa tahu aku ada di sini?" tanya Kiara. "Deden yang memberitahuku bahwa kamu ke Tokyo, dan aku ingat bahwa orang tua Pandu adalah staf kedubes, aku hanya sekedar jalan saja ke daerah sini, lapar dan masuk ke sini, Allah mengabulkan doaku Kia, aku ingin sekali bertemu denganmu, ingin berbicara banyak," ujar Erik menatap Kiara dihadapannya. "Nggak usah bawa-bawa Allah deh kak, sejak awal bertemu lagi kakak harusnya tahu, jika aku sudah menikah, tidak patut kita terlihat berdua seperti ini, apalagi aku sudah hamil," sahut Kiara perlahan. "Aku tidak akan mengambilmu dari Pa

