Elang tersenyum kecil saat melihat Shoera menyiapkan makan siang di meja makan. Ia datang menghampiri. “Perlu bantuan?” tanyanya. “Tidak perlu Lang, biar aku yang menyiapkan sendiri.” Shoera membalas senyum Elang dengan senyum terbaiknya. Elang mendekat meraih tangan Shoera. “Apa Lang?” tanya Shoera melihat tangannya dalam genggaman Elang. “Aku sangat merindukanmu. Rindu dan rasa cemas bersatu. Rasanya itu sangat menyakitkan. Sampai aku bingung harus bagaimana. Pikiran aku kacau dan berpikir tidak akan dapat melihatmu lagi.” Elang menyampaikan perasaan cemas yang mengganggunya selama Shoera berada di apartemen Rigel. “Sorry Lang,” lirih Shoera merasa bersalah. "Tapi, aku merasa lega sekarang. Kau disini, bersamaku." "Aku menumpang membebanimu." "Aku tidak berpikir begitu."

