“Kau tidak boleh mengusirku dari tempat ini, Ra.” “Kenapa tidak?” “Ya karena aku juga ingin mendampingi Sky saat keadaan seperti ini.” Shoera mendengus melayangkan tatapan tidak suka pada Rigel. “Tolong mengesampingkan masalah kita untuk kebaikan Sky.” Shoera membuang nafas kasar. “Itu hanya alasan kamu.” tukasnya. Ia berjalan menuju kursi dan mendaratkan dirinya disana. Elang hendak menyusul, Rigel menghalau langkah pria itu. “apa kau tidak tahu diri?” bisiknya “Maksud kamu?” Elang bingung. Rigel menyeringai. “jangan memanfaatkan keadaan rumit kami untuk mendekati Shoera. Dia masih milikku.” Desis Rigel. Elang berdecih, “kau bahkan tidak sadar siapa dirimu bagi Shoera. Tidak lebih dari seorang pecundang.” balas Elang menggeram pelan. “Hei sialan? Lalu sebutan apa yang pan

