Callista terpaku menatap pantulan tubuhnya di cermin. Ia sejak tadi memeprhatikan beberapa kissmark yang ada disana. Tidak sebanyak pada saat hari pertama mereka di Amsterdam. Hanya saja tetap saja ada. Mereka akan bersiap menyusuri kanal setelah selesai makan siang. Lebih tepatnya mereka melakukan kegiatan di atas ranjang terlebih dahulu tadi baru kemudian mereka makan siang. Callista menyentuh setiap bekas kemerahan tersebut seraya memperhatikannya di cermin. Lucas menyadari apa yang sedang dilakukan oleh gadis itu. Ia lantas melangkah mendekati Callista dan kemudian memeluk gadis itu. "Ayo kita pergi," ucap Lucas. Callista kemudian menganggukkan kepalanya. Ia memilih untuk tidak terlalu berlarut memikirkan mengenai kissmark tersebut. Masih ada kegiatan menyenangkan yang harus ia

