POV NISSA Aku turun dari mobil lalu melangkah masuk menuju taman Kanak-kanak di mana Silla belajar. Hari baru saja pukul sepuluh pagi, sementara jam belajar Silla di hari efektif ini biasanya berakhir pada pukul sepuluh lewat lima belas menit. Sengaja aku menjemput putriku itu lebih awal sebab aku tak mau saat Silla keluar kelas, dia kebingungan karena tak melihat sosok ibunya datang menjemput. Namun, aku terhenyak kaget saat di depan kelas Silla kutemukan sosok Mas Arman yang tengah duduk di bangku depan kelas khusus untuk Ibu ibu yang hendak menunggu buah hati mereka selesai belajar itu di sana. Kulihat penampilan lelaki itu sangat lusuh dan tubuhnya pun sekarang jauh lebih kurus dari sebelumnya. Aku mendekat padanya lalu menatapnya tak suka. Mau apa lagi sih dia di sini? Mau mengg

