Dengan langkah lebar kutinggalkan gedung Polresta dengan tenang. Baru saja aku mencabut laporan atas tindak pidana perzinahan yang dilakukan Mas Arman dan Yuni. Hal ini kulakukan demi memenuhi janji pada Mas Arman kemarin untuk mencabut laporan yang aku ajukan ke kepolisian. Tidak mengapa. Toh dipenjara atau tidak, bagiku tidaklah terlalu penting karena kondisi sulit yang harus diterima dan dihadapi Mas Arman saat ini kurasa sudah lebih dari cukup sebagai hukuman atas perlakuan dan pengkhianatannya selama ini padaku. Kehilangan hak atas usaha percetakan yang selama ini menjadi sumber keuangannya tentu saja merupakan pukulan mental yang sangat berat dan telak bagi lelaki itu. Ya, Mas Arman yang biasanya hidup tanpa beban, tinggal di rumah nyaman dengan fasilitas yang serba ada dan tin

