"Kalau kamu hamil, nanti Mas bantu mengurusnya, Yun. Tapi untuk menikahi kamu itu tidak mungkin karena Mas masih punya istri, Mas masih mencintai Nisa dan ingin kembali pada keluarga Mas seperti dulu lagi, Yun," ucap Mas Arman sambil melepaskan diri dari pelukan Yuni lalu bergerak mendekatiku yang sekonyong-konyong merasa kaget karena tiba-tiba saja laki-laki itu sudah berada di dekatku. Lebih kaget lagi saat jemarinya meraih tanganku yang bersilangan di d**a dan meraihnya ke dalam genggamannya. "Nisa, tolong maafkan Mas ya. Mas menyesal sudah berbuat seperti itu dengan Yuni. Mas khilaf. Mas tidak bisa menahan diri saat Yuni merayu Mas kemarin. Padahal Mas sudah berusaha menghindar, tapi Yuni terus memaksa hingga akhirnya pertahanan Mas goyah dan Mas jadi khilaf melakukan perbuatan kemari

