Satu Minggu telah berlalu, Belinda dan Raffa tengah bersiap kembali menuju Jakarta. Selama sepekan menghabiskan waktu bersama membuat keduanya semakin mesra. Raffa tak lagi sungkan mencurahkan perhatian kepada kekasihnya itu. Sejak pagi dia membantu Belinda membereskan semua barang-barang yang mereka beli dadakan di Puncak. Mulai dari baju, dan perlengkapan lainnya. Jelas Belinda merasa begitu dicintai. Dia tidak pernah menyangka jika Raffa yang dulu dia pikir cuek dan dingin, kini berubah menjadi sangat hangat. Pemuda itu tak pernah sekali pun membuatnya merasa insekyur. Mengingat, bila usia mereka terpaut sangat jauh. Status mereka pun berbeda. Namun, Raffa seolah tak pernah bosan mengikis semua perbedaan antara mereka. Pemuda itu menepati janjinya—melimpahkan kasih sayang yang tia

