Semilir angin malam Puncak tak membuat seorang pemuda yang kini berdiri di balik besi pembatas balkon Villa, tempatnya menginap bersama sang pujaan hati merasa kedinginan. Kegundahan hati yang mendera membuat Raffa tidak dapat tidur dengan nyenyak. Padahal biasanya setelah bercinta dia akan tertidur pulas. Memilih untuk menghisap rokok yang dimintanya dari pengurus Villa, Raffa seakan menyalurkan kegusarannya lewat kepulan asap barang bernikotin tersebut. Pikirannya menerawang jauh ke masa depan yang entah akan seperti apa. Raffa yang merasa harus merubah semuanya demi Belinda, mau tak mau akan meninggalkan profesinya sebagai lelaki penghibur. Tak mau kejadian tadi siang terulang lantaran tidak ingin menyakiti perasaan perempuan yang dia sayang. Mungkin sudah saatnya dia meninggalkan d

