Chapter 33

1304 Words

Sarah menopang dagu dan tersenyum tipis melihat dua orang dihadapannya itu menikmati masakan sederhana yang ia buat dengan lahap. Ia merasa dihargai dan hatinya tiba-tiba saja menghangat karena itu. "Tante cantik kenapa gak makan?" tanya Aca disela-sela makannya. Sarah tersenyum lembut dan mengusap bibir Aca yang belepotan "tante sudah kenyang, tadi sudah makan. Aca habisin aja makanannya.." "Beneran? Terimakasih tante cantik, tante emang terbaik. Gak kayak Papa..hihi" Aca memelankan suaranya. Daniel tersedak saat mendengar ucapan putrinya. Sarah dengan sigap menuangkan air dan menyerahkannya pada dosennya itu. "Terimakasih, Delisa.." Sarah mengangguk, rasanya ia masih merasa sedikit asing saat ada yang memanggilnya Delisa. Namun, ini sudah menjadi keputusannya. Daniel terus

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD