Reza memijit pelipisnya yang terasa berdenyut. Sudah hampir satu minggu ini ia jarang sekali tidur. Perusahaannya mengalami masalah. Korupsi yang dilakukan salah satu orang kepercayaannya membuat lelaki dipertengahan tiga puluhan itu cukup frustasi. "Mas Reza mau minum apa? Teh atau kopi?" Reza mendongak menatap Sarah yang makin hari makin terlihat cantik. Saat ini saja wanita itu terlihat manis dengan mengenakan daster rumahan selutut berwarna biru laut, kontras sekali dengan kulitnya yang putih. "Mas?" panggil Sarah. Reza buru-buru tersadar dari lamunannya, "ah iya, kopi saja.." jawabnya. "Yasudah, biar Sarah buatkan dulu.." Sarah kemudian berlalu ke dapur dengan perutnya yang mulai membuncit, membuat Reza tersenyum tipis melihatnya. Lelaki itu beralih menatap beberapa pigura
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


