Chapter 42

1444 Words

Reza membaringkan tubuhnya diatas ranjang. Ia memejamkan matanya dan mengurut pelipisnya pelan. Entah kenapa sejak kemarin kepalanya jadi sering pusing. Mungkin karena ia jarang tidur, maklum karena pekerjaannya memang menggunung sekali. "Mama boleh masuk?" Suara lembut dari ambang pintu kamarnya itu membuat Reza langsung membuka mata dan mendapati Mamanya yang tersenyum lembut kearahnya. Setelah Hesti menjalani operasi, Reza memang lebih sering mengahabiskan waktu dirumah orang tuanya daripada dirumah atau di apartemennya sendiri. Seperti saat ini. "Masuk aja, Ma.." balasnya pelan. "Reza sakit?" tanya Hesti setelah mendudukkan dirinya disamping putranya yang kembali terpejam. Reza membuka matanya dan mengangkat kepalanya. Ia lantas merebahkan kepalanya dipaha Mamanya. Ia terseny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD