10.

866 Words

"Sekar? kaukah itu?" panggil Tisha. "Cantik, iya ini aku." Tisha berjalan dengan pelan ke ranjang milik kakaknya, saat dekat Sekar langsung meraih tangan Tisha. "Apakah tadi malam kau menginap disini?" "Iya cantik, Gavin yang menyuruhku menginap." bohong Sekar. "Benarkah?" "Iya." "Kenapa aku tadi mendengar kau menangis?" tanya Tisha. "Ah itu, aku tidak menangis, aku tadi bersenandung, mungkin saja terdengar seperti menangis." bohong Sekar lagi. "Justru aku sangat bahagia cantik, apa kau tau?" "Apa itu?" "Gavin kakakmu, menyatakan cinta padaku, dia juga yang menyuruhku menginap di rumahnya." Deg. Ucapan Sekar bagaikan petir di pagi hari, hati Tisha perih mendengarnya. "Dan dia juga sangat bersikap manis padaku, ah aku tidak menyangka dia bisa seromantis itu." ucap Sekar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD