"Mama, sabar dong!"gerutu Tika. "Ah, ini buat Mama semua aja." "Mama, ish...rusuh banget deh!" balas Kiki. Perdebatan antara Ibu dan Anak itu membuat lerasaan Janar menghangat. Ia tidak pernah merasakan ada di posisi itu, karena ia memiliki segalanya, dan orangtuanya juga para pekerja keras. Namun, semua orang hidup sudah dengan garis tangannya masing-masing. Tidak boleh ada yang kita irikan atau sesalkan. "Ma, habis ini kita mau ke rumah Papa,ya? Mau kenalin Janar sama Papa,"kata Tika. "Ya, silakan, Papa kamu juga kangen kan!" "Rumah Papa dimana, Tika?" sambung Janar. "Setengah jam dari sini, Nar." "Kalian...ke sana aja dulu, nanti balik lagi ke sini. Nginap,ya!" Mama Tika terkekeh. Tika mengambil bungkusan oleh-oleh yang sudah ia siapkan untuk sang Papa. "Ya udah, Tika sama Jan

