Pagi di sekolah. Arina sahabat Carla pun heboh menanyakan gosip yang beredar tentang kabar bahwa Carla bersama Kershan di mall. Dia melihat dari sosial media Kershan yang menampilkan foto Kershan berdua dengan Carla di mall.
"Carla! Lo jalan bareng sama Kershan?" Kata sahabat nya heboh.
"Iya emang kenapa?" Kata Carla.
"Apa? Kok lo ga ngajak ngajak gue?" Kata Arina heboh.
"Itu Kershan yang ngajak gue duluan"
"Apa?" Wajah kaget Arina membuat Carla tak kaget.
"Dia ngajak gue jalan, karena merasa bersalah ga sengaja ngelempar bola yang waktu itu yang kena kepala gue sampe benjol" jawab Carla menjelaskan.
"Jumat kemarin??? Terus di mall kalian ngapain aja?" Tanya sahabat nya itu.
"Kita makan di Fried Chicken dia yang traktir gue"
"Apa??? Di traktir oleh Kershan???" Arina memasang wajah heboh.
"Iya" kata Carla.
Arina terlihat kaget sambil melongo. "Padahal kan dia baru putus dari Bella" kata Arina. "Kabar nya... Bella di tikung" kata Arina agak berbisik.
Carla terkejut. "Di tikung? Ah masa?"
"Tau ga? Gosip terbaru sekarang adalah Bella di tikung oleh Catherina, emang lo ga tau?" Kata Arina pada Carla.
Catherina nikung Bella? Pantesan aja dia kelihatan cemburu pas aku jalan bareng Kershan! Batin Carla.
"Emang mereka udah jadian?" Tanya Carla heran.
"Kabar nya...mereka belum jadian... tapi Catherina dekatin Kershan duluan, pas masih jadi pacar Bella lalu ga lama kemudian mereka putus deh!" Kata Arina.
Carla mengangguk tanda paham.
Kurangajar gadis bule itu! Batin Carla.
"Pantesan aja kelakuan Catherina begitu!" Kata Carla terdengar tidak suka pada cewe bule yang emang cantik banget itu.
Tiba-tiba.
Dari dekat pintu. Datang gadis bule itu dan geng nya mendorong pundak Carla.
"Hey gadis culun!" Dengan nada logat bahasa inggris Catherina mendorong pundak Carla kasar.
Carla nengok. Menatap wajah Catherina tanpa takut.
"Berani banget yah jalan dengan Kershan? Berduaan? Sampe dia nge post di sosmed?" Kata Catherina dengan logat bahasa inggris. Walaupun bahasa indonesia nya lancar.
"Jadi? Aku ga boleh jalan bareng Kershan?" Carla menatap Catherina balik.
"Hm... boleh... tapi tidak pantas! Honey i mean seriously Kershan itu terlalu bagus untuk mu!" Kata Catherina menantang Carla yang dianggap culun tersebut.
Bel masuk yang berbunyi tak dihiraukan oleh mereka.
Kedua gadis itu saling menatap sinis. Gadis culun lawan gadis gaul.
Catherina melayangkan pukulan menampar wajah Carla yang memakai kacamata.
Tangan gadis itu di tahan oleh Winda.
"Catherina..." kata Winda menahan tangan gadis bule itu. "Ada bu Lennia! Ntar lo kena masalah!"
Dilihat nya guru killer itu sedang berdiri di depan pintu dengan pandangan galak.
"Apa yang kau lakukan? Catherina?" Kata bu guru galak itu curiga.
Catherina tersenyum manis. "engga bu... hm... selamat pagi bu" kemudian dia pamit dan segera pergi. Dia tidak satu kelas dengan Carla.
Arina menghembuskan nafas lega. Melihat Carla tak jadi di tampar oleh model bule itu.
"Carla, lain kali jangan cari masalah dengan Catherina okay? Bisa habis kamu dengan geng nya!" Kata Arina pelan.
Carla hanya terdiam tanpa takut.
Bu Lennia mulai mengajar di kelas. Karena Carla adalah murid terpintar bu guru killer itu emang dekat dengan dia. Carla super pintar bahkan di tawarkan olimpiade oleh nya.
Mereka belajar dengan tenang di kelas. Walaupun Carla tau jika bermasalah dengan Catherina dan geng nya. Itu masalah besar dan berbahaya.
Catherina memang cewek gaul dengan wajah super cantik khas eropa. Dia pun anak orang kaya. Berita bahwa Catherina nikung Bella memang masuk akal. Mereka berdua saling kenal dan sama-sama cheerleader walaupun lain sekolah. Sama-sama primadona di SMA tempat mereka sekolah. Tentu saja sama-sama naksir Kershan. Bella pun memang selalu bersaing dengan Catherina tapi gadis bule itu punya nilai tambah karena dia model remaja pendatang baru yang cukup terkenal. Sedangkan Bella bukan model.
Kershan memang putus dengan Bella gara-gara ulah Catherina yang memang nikung duluan.
Ternyata dugaanku benar. Bella di tikung. Oleh Catherina, gadis model itu. Berarti Kershan playboy juga yah? Batin Carla.
Tiba-tiba.
Bu guru galak itu memanggil murid kesayangan nya.
"Carla bisa kamu jawab soal di papan tulis?" Kata bu Lennia.
"Bisa bu" jawab Carla dengan lamunan buyar.
"Silahkan" kata bu Lennia. "Itu soal materi untuk ulangan besok"
Lalu Carla maju ke depan kelas. Seperti biasa dia berotak seperti einstein. Dia mampu menjawab soal susah itu dengan cepat dan benar.
"Mantap nak!" Kata bu Lennia bangga.
Carla tersenyum. Kemudian kembali duduk.
Setelah dua jam pelajaran berlalu. Bel istirahat berbunyi. Para murid terlihat gembira. Bu Lennia mengumumkan pengumuman.
"Besok kita ada ulangan. Materi dari bab satu sampe bab tiga." Kata bu guru galak itu.
"Iya bu" jawab sekelas.
"Baiklah. Boleh istirahat" kata guru itu. "Carla nanti pas jam pulang sekolah kamu ketemu ibu di ruang guru!"
"Baik bu" jawab Carla patuh.
Lalu bu Lennia berjalan keluar kelas.
"Carla lo tau kan kalo punya masalah sama Catherina dan geng nya? Resiko nya adalah..." kata Arina khawatir.
"Gue ga takut kan gue ga salah" jawab Carla santai. Keberanian nya tak seperti penampilan culun nya.
"Aduh Carla, gue jelasin yah siapa itu Catherina... dia itu anak cheerleader, orang tua nya kaya dan dia nakal, sering ke club dan teman teman nya preman semua! Aduh... lo gimana..." kata Arina.
Gadis culun di depan nya diem saja.
"Pokoknya lo jangan macem macem sama Catherina paham?" Kata Arina khawatir.
Masa SMA. Selalu aja penuh drama. Apa prestasinya Catherina dan geng nya? Suka ke club? Mabuk? Cheerleader? Beraninya nindas orang culun. Batin Carla tanpa takut.
Biarpun aku kutubuku, siapa takut! Carla memang berhati berani.
Arina pun tetap menghawatirkan sahabat nya. Takut terjadi hal buruk pada Carla. Mengapa Kershan tega meninggalkan Bella gara-gara gadis bule itu?