Part 18

1333 Words

Deg Tubuh Syifa mematung di tempat. Permintaan Hafiz terdengar begitu jelas di telinganya. Melihat diamnya Syifa, Hafiz seketika mengambil tindakan. Ia memegang dagu Syifa lalu diarahkan untuk menatapnya. Keduanya saling menatap namun dengan arti yang berbeda. Tidak ada respon apapun dari Syifa membuat Hafiz tersenyum dalam hati. Ia berpikir Syifa mengizinkannya. Perlahan Hafiz mendekatkan wajah keduanya. Ia memiringkan sedikit kepalanya sampai hidung mereka bersentuhan. Cup Bibir keduanya menyatu dengan sempurna. Perlahan Hafiz menggerakkan bibirnya serta mendorong tengkuk Syifa agar lebih dekat. “Ummhh..” Syifa melenguh pelan “Kak…” Suara decapan lembut mulai terdengar memenuhi ruangan tersebut. Hal itu yang membuat Hafiz semakin bersemangat. Ia tidak bisa menahan dirinya lagi.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD