Tidur Seranjang

1191 Words
Malam semakin larut. Mayang bergegas menuju kamar Kimi untuk melihat anak asuhnya tersebut. Diluar gerimis mulai turun, hawa dingin menyergap segenap tubuh yang masih bernyawa. Mayang merapatkan kedua tangannya di depan dada. Membetulkan baju tidurnya agar menutupi dadanya, untuk melindungi diri dari dinginnya udara yang mulai menyergapnya. Perlahan Mayang membuka pintu kamar anak asuhnya itu. Namun sedikitpun tak terlihat tanda tanda Kimi berada di kamarnya. Mayang berputar mencari ke kamar mandi dan balkon. Tapi Kimi tak nampak dia temukan. Bergegas Mayang keluar dari kamar Kimi dan mencari Kimi. Dia berkeliling rumah besar itu sambil terus meneriakkan nama Kimi. Raut khawatir mulai nampak di wajah Mayang. Dia takut akan terjadi sesuatu pada anak majikannya itu. Aku bisa dipecat kalau sampai terjadi sesuatu dengan Kimi! Mayang terus melangkah mengitari rumah dan halaman mencari Kimi. Matanya dengan jeli melihat di setiap inci rumah itu. Dia berharap segera menemukan Kimi dan membawanya tidur. Tiba tiba, di menyadari sesuatu. Mobil Alan sudah terparkir di garasi, dan itu berarti bosnya itu sudah pulang. Bergegas mayang memasuki rumah itu kembali. Dia berlari menuju ke kamar Alan. Sesampainya di sana, Mayang diam terpaku di depan pintu kamar bosnya itu. Ada rasa sungkan, ada perasaan takut dan segan terhadap laki laki itu. Apalagi mengingat kejadian kemarin malam yang mempu membuat wajahnya bersemu merah. Perlahan di memberanikan diri mengetuk pintu kamar Alan. Tok, tok, tok...! "Masuk...!" suara Alan terdengar menyahut. perlahan Mayang membuka pintu. Melongokkan kepalanya kedalam tanpa menggeser tubuhnya untuk masuk. "Ada apa...!" tanya Alan dingin. "Maaf Tuan! Saya mencari nona Kimi. Apakah Nona Kimi ada di kamar Tuan" jawab Mayang kikuk. Bagaimana dia tidak kikuk. Baru saja dia menyadari kalau Alan hanya memakai pakaian dalam saja dan bertelanjang dada. Sepertinya dia habis mandi. "Kimi disini! Tapi dia sudah tidur! Mungkin dia kelelahan setelah seharian bermain tadi!" jawab Alan cuek. Di bahkan tidak sedikitpun berusaha menutupi bagian tubuhnya agar tidak terlihat oleh Mayang. "Kalau kamu mau memindahkannya ke kamarnya, silahkan saja!" Mayang terlihat kikuk menghadapi situasi seperti ini. Dia sungguh merasa malu melihat pemandangan yang terpampang di depannya. Meskipun dalam hati kecilnya dia ingin terus menikmati pemandangan indah itu, tapi matanya tidak sanggup menatapnya. "Ba-baik Tuan...!" Mayang bergegas memasuki kamar Alan dengan hati berdebar. mungkin saja kalau Alan bisa mendengar debaran jantungnya maka suara riuh tetesan hujan diluar sana akan kalah oleh bunyinya. "Non, Kimi sayang...! Kita bobo di kamar ya...!" Mayang mengguncang tubuh Kimi perlahan. Namun Kimi kecil tidak bereaksi sama sekali. Sekali lagi Mayang mengguncang tubuh Kimi perlahan. Hingga berulang ulang dan Kimi hanya menggeliat. Alan yang berdiri di samping ranjang berseberangan dengan Mayang hanya menatap Mayang dan Kimi bergantian sambil berkacak pinggang. Dan parahnya, Alan masih saja belum memakai baju atau pun sekedar menutupi tubuhnya dengan handuk. Kulitnya yang putih, dengan dadanya yang bidang itu membuat jiwa kewanitan Mayang meronta. Meski dengan sekuat tenaga dia berusaha menngalihkan perasaannya. "Non...! Non mau tidur di kamar ayah atau pindah ke kamar Non Kimi sendiri...?" ucap Mayang mengalihkan perhatiannya pada tubuh Alan. "Tantee...!" Kimi menggeliat sekali lagi. Dia membuka matanya perlahan dan tersenyum kepada Mayang. Mayang mengusap lembut kepala Kimi. "Mau bobo di kamar Ayah, atau pindah ke kamar Kimi sendiri...?" "Ehmmm....!" Kimi menggeliat memeluk Kimi. Hingga membuat tubuh Mayang jatuh diatas ranjang. "Kimi mau bobo di sini saja Tante" ucap Kimi dengan mimik muka lucu. "Tante tememin Kimi ya...!" lalu tiba tiba saja Kimi sudah memeluk Mayang erat. Tangannya sudah dia rangkulkan melingkar dileher Mayang, hingga mau tak mau Mayang menaikkan semua tubuhnya keatas ranjang karena Kimi memeluknya begitu erat. Mayang memandang ke arah Alah yang masih berdiri memperhatikan mereka. Alan yang di tatap hanya mengangkat kedua bahunya pelan. Hei...! Apa Maksud laki laki ini...? Kenapa dia tidak berusaha membujuk anaknya ini untuk pindah ke kamarnya saja. Atau setidaknya agar dia bisa tidur di kamarnya sendiri tanpa harus berada satu kamar dengannya. Mayang mendengus kesal. Tapi hanya lirih dia lakukan karena takut Bos nya itu akan mendengarnya. Tanpa Mayang sadari, teruntai senyum dari sudut bibir Alan. Entah apa yang ada dipikiran Alan saat ini. Tapi Mayang jelas tidak menyadarinya. Dia masih berada dalam pelukan Kimi. Dan bahkan kini Kimi melingkarkan kaki kecilnya itu ke tubuh Mayang hingga Mayang tidak berkutik dibuatnya. Sudah hampir pukul sembilan. Aku sudah mengantuk sekali. Tapi aku tidak bisa melepaskan pelukan Kimi. Bagaimana kalau sampai nanti aku tertidur disini...? Tidak...! Aku harus menjaga mataku agar tetap melek. Jangan sampai aku tertidur disini. Susah payah Mayang berusaha menjaga agar matanya tetap terjaga. Dia berulang kali mengusap kedua matanya. Mencoba terjaga dari rasa kantuk yang menyerangnya. Tiba tiba saja, Alan duduk di pinggir ranjang. Dia duduk bersandar dengan separuh tubuhnya tenggelam di dalam selimut. Posisi nya Yang tepat berada di depan Mayang Itu pun sukses membuat Mayang salah tingkah. Refleks dia memejamkan matanya. Tapi kemudian dia membukanya lagi karena sadar dia sedang menahan kantuk dan takut kebablasan. Uh...! melek salah, merem juga salah! Bagaimana ini...? Alan tersenyum melihat Mayang yang salah tingkah. Dia mengambil gawainya dan mulai berselancar di dunia maya. Dia mengacuhkan Mayang yang masih sibuk menata hatinya menghadapi situasi seperti ini. Mayang berulang kali mengejapkan matanya yang semakin terasa berat. Pelukan Kimi pun dirasakan Mayang tidak semakin mengendor. Bahkan Kimi malah semakin mengeratkan pelukannya pada Mayang. Alan melirik kearah Mayang. Gadis itu masih sekuat tenaga menahan matanya agar tetap terjaga. Sesekali Mayang kaget karena ternyata dia telah terlelap meskipun sekejap. "Tidur saja kalau memang kamu mengantuk...!" ujar Alan pelan. Mayang menengadah. ada sedikit rasa terkejut mendengar bosnya berkata lembut seperti itu. "Tidak apa apa Tuan. Nanti setelah Non Kimi pulas, saya bisa pindah ke kamar saya sendiri" "Kalau Kimi mencari mu tengah malam nanti bagaimana...?"sergah Alan cepat. "Tapi saya tidak bisa tidur disini Tuan...!" "Kenapa...? Apa kamu takut saya akan apa-apain kamu...?" tukas Alan mengejutkan Mayang. Mayang takut karena pikirannya terbaca oleh Alan. Dia takut Alan akan marah. "Maaf Tuan...! Bukan seperti itu!" "Lalu...?" ujarnya santai. "Bukankah kamu menyayangi Kimi. Apa kamu tega melihat Kimi nanti malam malam menangis mencari kamu?" Mayang menggeleng perlahan. Ada rasa takut di hatinya untuk menolak. Tapi, entah setan dari mana yang membuat sudut hatinya yang lain bahagia bisa tidur sekamar bahkan seranjang dengan laki laki ganteng seperti Alan. Perlahan namun pasti Mayang mulai memejamkan matanya. Rasa kantuk yang menyerangnya mulai tak tertahankan lagi. Akhirnya dia pun tertidur pulas dengan memeluk Kimi dalam dekapannya. Alan meletakkan gawainya. Menyadari Mayang sudah tertidur pulas di sampingnya memeluk Kimi dia pun tersenyum. Matanya menatap ke arah Mayang yang kini tengah terlelap. Tubuh Mayang Mon*ok berisi membuat Alan menelan ludah. Baju tidur Mayang benar benar memperlihatkan bentuk tubuh Mayang dengan jelas. Dan sesuatu di dada Mayang itu kemarin pernah menyentuh tubuhnya. Alan meraba dadanya. Merasakan panas yang mulai menjalar ke seluruh tubuhnya. Perlahan tubuhnya mulai memegang dan sesuatu dibawah sana mulai menunjukkan eksistensinya. Perlahan,tanpa dia sadari dia sudah mendekatkan kepalanya sejajar dengan kepala Mayang. Membelainya lembut dan tanpa sadar dia mencium bibir Mayang. Alan melumat bibir Mayang dengan lembut. Memainkan tangannya di dagu dan leher Mayang. Satu tangan Alan mulai turun dan mer***mas dua gundukan di dada Mayang. Nafas Alan mulai memburu. Hingga kemudian Mayang terbangun karena merasa ada sesuatu yang menindihnya yang membuat dia kesusahan untuk bernafas.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD