Tangan Yueer terulur memegang pipi Hongli. "Kenapa di surga Hongli Ge tetap wajahnya datar dan susah senyum?" tanyanya belum sadar sepenuhnya. "Jelas saja saya susah tersenyum kalau punya istri bodoh sepertimu!" balas Hongli tampak kesal. Yueer menghela nafas. "Ternyata galaknya juga sama." Dia mendekatkan bibirnya ke bibir suaminya itu mengecupnya sekilas. Sekarang ia berpikir ini hanya mimpi yang indah bisa bertemu Hongli kembali. Hongli menurunkan wajahnya mencium bibir pucat Yueer. Bersyukur istrinya telah sadar. "Kenapa seperti nyata?" tanya Yueer bingung setelah menikmati ciuman suaminya. "Belum sadar juga ternyata." Hongli bangkit dari tempat tidur mengambil segelas air untuk Yueer. Wanita itu semakin heran, tapi memang ia merasa haus. Yueer berusaha untuk duduk meski tubuh

