CHAPTER 18 : AWAL PENJEBAKAN

1227 Words

Hongli termenung di ranjangnya, matanya sulit terpejam. Mengapa perasaannya tak enak seperti ini. Apa kiranya yang akan terjadi? Yueer di sampingnya terbangun, ia heran tidak biasanya sang suami melamun. "Ge …," panggilnya. "Kenapa bangun?" tanya Hongli. Yueer mau bertanya, tapi ragu. Tangan Hongli terulur mencubit pipi istrinya itu. "Kamu itu kebiasaan, kalau ditanya pasti kebanyakan diam." Yueer memberanikan diri memeluk sang suami. Suatu kemajuan yang besar. Apa punya istri memang seperti ini diberi perhatian sedikit lalu menempel seperti prangko, itu yang ada dalam benak Hongli. "Hongli Ge, kenapa?" tanya Yueer. "Memangnya saya kenapa?" "Melamun." Hongli mengungkung tubuh Yueer. Menatap lekat istrinya itu dan mengecup bibirnya. Yueer hanya bisa terpana merona. Apalagi se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD