Pertanyaan bertubi-tubi Hongli lontarkan pada Bingjie. Beberapa kali pria dingin itu menggeleng karena kegugupan dan terbata-batanya Bingjie dalam menjawab pertanyaan. Dia mulai kesal, jawaban Bingjie selalu diulang-ulang. Untunglah sang istri datang membawakannya secangkir teh hangat, untuk meredakan kekesalannya dan Yueer juga menaruh segelas air putih untuk Bingjie, pemuda itu sungguh terlihat sangat tegang. Hongli menatap sedikit lembut istrinya. Benar-benar wanita yang pengertian. Yueer segera pergi duduk menjauh karena dia sudah merona ditatap lembut seperti itu. Untunglah dirinya menggunakan cadar jadi tak ketahuan. "Jadi kamu datang ke acara perayaan itu untuk memberitahu Jingmi agar tidak menyakiti tunangannya lagi yang bernama Xia He dan meminta Jingmi pulang, begitu?" tanya

