Tabib didatangkan tengah malam ke rumah tersebut memeriksa keadaan Feixing. Pengawal dibuat terkejut ketika diceritakan mengenai cermin iblis. Mereka mengamankan pasangan Xianlu dan Tomu. Xianlu sendiri wajahnya sudah memerah terbakar dan tidak sadarkan diri. Jika Feixing tak selamat tentu keduanya harus mati. Tabib menunduk takut, ragu untuk mengatakan kondisi Feixing saat ini. "Kenapa?" tanya Hongli. Pertanyaan satu kata saja bahkan bisa membekukan tabib. Pria tua itu semakin ragu untuk menjawabnya. "Saya tidak suka jika ditanya tidak dijawab seperti ini. Apalagi kamu seorang tabib," kesal Hongli. Dia ingin segera tahu bagaimana kondisi ibundanya. "Maaf Yang Mulia Pangeran, tapi saya tidak bisa menyembuhkan Yang Mulia Selir. Mungkin beliau sudah tidak akan lama lagi—" Hongli menata

