Intrik

1329 Words

Senandung malam membuaiku dalam tidur panjang, aku merasa sangat kelelahan. Saat terbangun karena mendengar tangisan X, aku menyadari kalau tuan muda memelukku dalam tidurnya. Aku memang bodoh, tapi aku rasa tuan muda lebih bodoh karena memilihku sebagai cinta dalam hidupnya. Sekalipun aku belum banyak memberinya selama menjadi istri, satu yang kujanjikan, mencintai dia selamanya. "Apa X bangun?" Kudengar suara tuan muda lirih, saat aku kembali berbaring di atas ranjang. Tuan muda pernah berkata kalau dia tak pernah bisa tidur nyenyak, sebelum tidur denganku. Aku katakan, bisa saja aku membunuhnya. Lalu, tuan muda berkata lagi dia rela mati kalau aku yang membunuhnya. Cinta itu memang buta, apa yang dilihat tuan muda dalam diriku? Aku mengangguk, "tidurlah lagi." Aku mendapat informasi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD