Di kelas dua SMA setelah menjalani kehidupan sebagai Davio, pemuda dari pedesaan. Hidupku cukup menyenangkan, sebagai Davio aku memiliki sifat yang berbeda bagaikan kami memang seseorang yang berbeda. Aku bermain bersama teman sebayaku, menjalani kehidupan dengan amat sangat normal. Sampai aku mau melupakan kalau aku adalah tuan muda keluarga Hadikusomo. Di villa, ada seseorang yang menggantikanku memakai topeng agar mata-mata istri pertama tidak curiga. Bukannya aku tidak tau beberapa kali pelayan telah disuap olehnya. Membuat aku harus sesering mungkin mengganti mereka. Di kelas sebelah, ada seorang pria berwajah muram bernama Hugo. Dia adalah anak yang sangat bermasalah, miskin, memprihatinkan dan kurang kasih sayang. Sebenarnya kehidupannya aku perhatikan tidak jauh berbeda denganku,

