Memperebutkan Anak

1565 Words

Keluarga baru tuan muda Hadikusumo bergerak menuju rumah yang telah dipersiapkan sebelumnya. Mendengar suara hatiku memikirkan betapa bahagianya nanti kami menjadi keluarga kecil, jauh dari gangguan saudari tiri tuan muda. Sekalipun di sana selalu tercukupi, tetapi dalam hatiku merasakan sedikit perasaan yang tertekan. Hanya saja membayangkan berada dalam perlindungan tuan muda mau tak mau bertahan di sana. "Kakak memikirkan apa?" Suara Reva membuyarkan lamunanku. "Kira-kira?" "Mungkin sedikit kecewa karena bulan madunya ada gangguan kami." Aku menggelengkan kepalaku, pemikiran Reva ini sungguh di luar dugaan. Tidak pernah sekalipun aku menganggap mereka gangguan. Tetapi melihat Reva lalu tertawa geli, membuatku sadar kalau dia juga menganggap kata-kata itu berlebihan. "Apa Kak Zola

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD