34. Epilog

507 Words

Epilog Di kaki gunung Moregestte terdengar kicauan burung yang indah. Angin menerepa dedaunan menimulkan gesekan alam yang sangat indah. Sedangakan bunga bunga seperti menari nari saat di terpa angin yang sejuk. Seorang anak peremuan tengan asik bermain bersama saudara saudaranya. Mereka saling berlarian dan bercanda tawa. "Ibunda, bolehkah aku bermain ke sana?" tanya seorang anak perempuan pada ibunya. Tadinya ia sedang asik di pangkuan ibunya, namun melihat kakaknya bermain. Ia jadi ingin ikut bermain. "Tentu Mellody sayang. Hati hati jangan sampai menyakiti bunganya," ujar sang ibunda yang ternyata adalah Nada. "Ibunda, aku mau ikut ayahanda saja. Aku ini kan lelaki. Masa main sama bunga bungaan," protes anak lelaki si tengah anak Nada. "Engga ada salahnya tau kamu sesekali ke ta

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD