Chapter 18

1229 Words

Mira meletakkan laptopnya di atas meja begitu ia tiba di ruangan. Rapat tadi lumayan membuat kepalanya terasa sakit karena terus berpikir untuk menyelesaikan masalah. Ada sedikit miss komunikasi yang menyebabkan segala urusan menjadi lebih rumit. Kini Mira duduk di kursinya sambil memijat pelipis. Berharap bisa meredakan sakit kepalanya. Tidak lama kemudian Oka masuk membawa berkas yang menunggu tanda tangan Mira. “Siang, Bu. Ada beberapa berkas menunggu tanda tangan.” Oka meletakkannya di atas meja. Lelaki itu tidak langsung pergi artinya berkas itu harus langsung ditandatangani sekarang. “Harus sekarang? Aku perlu membacanya.” Oka menggeleng. “Tidak. Tapi ada yang mau saya sampaikan.” Mira menghela napasnya. “Langsung saja, Oka. Apalagi yang ditunggu?” “Maaf, Bu. Saya sedang me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD