“Kamu yakin sudah mau keluar rumah sakit?” Casilda menatap cemas Arkan yang baru saja diperiksa oleh dokter beberapa menit lalu. “Kenapa? Kamu mau aku berlama-lama di sini agar bisa bertemu dengannya?” Maksudnya adalah Ethan. Casilda langsung melemparinya handuk kecil dengan wajah marah. “Casilda!” seru Arkan galak. Wanita berkacamata bulat hanya bisa cemberut dengan bibir gemetar menahan kekecewaan dan kesedihan. Siapa yang suka mencari masalah sejak awal? Dia tidak mau bersama Ethan! Pria itu yang suka mengusiknya! Beraninya dia menuduhnya yang tidak-tidak! Arkan menghela napas berat, memberikan gerakan tangan agar sang istri maju ke depan. Pada mulanya, Casilda menolak untuk melakukan perintahnya. Tapi, sorot matanya yang sudah semakin dingin dan mengancam membuatnya tidak pu

