“Panggilkan manager Diego. Katakan kepadanya kalau Arkan Quinn ingin mengeluh layanan klub ini. Dia tahu siapa aku,” kata Arkan arogan kepada wanita resepsionis sambil memperlihatkan kartu keanggotaannya. Wanita berambut ekor kuda tinggi tampak menahan panik, buru-buru menghubungi seseorang melalui sambungan telepon. “Permisi, Tuan Constanzo. Pria bernama Arkan Quinn ingin bertemu Anda. Dia memegang kartu keanggotaan khusus. Mungkin tidak senang dengan sesuatu,” ucap wanita itu dalam bisikan kecil, melirik gugup ke arah Arkan yang terlihat sangat kesal. Casilda menarik mantel sang suami, mengomentarinya bingung. “Kamu sedang apa? Kita tinggal ke ruangan VIP itu, kan? Kamar 9009? Kenapa harus memanggil manager segala? Jangan buat masalah! Kamu kekanakan sekali! Apa hal tadi membuatmu sun

