Kening Casilda mengeryit dalam mendengar pengakuan tulus Ethan. Mengabaikannya dengan cepat dan segera menyuruhnya memesan makanan karena dia tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Makan makanan di restoran mewah bukan hanya masalah harga, tapi juga waktu. Dia tidak bisa menghabiskan sisa harinya di sini hanya untuk makan dan berbincang dengan Ethan sampai lupa diri. Jika dia pulang terlambat daripada Arkan dan Lisa, entah apa yang akan terjadi. Hidangan pembuka datang dengan cepat. Lebih cepat daripada perkiraan Casilda. Mereka makan dengan anggun dan diam satu sama lain. Seolah-olah pembicaraan penting sebelumnya tidak pernah terjadi. Beberapa menit kemudian, hidangan utama akhirnya tiba. Casilda cukup menikmatinya dan enggan membuka suara meskipun diajak berbicara oleh pria di seberan

