“A-apa maksudnya? Ada yang berniat membunuhku? Kenapa?” Casilda tergagap, gemetar sekujur tubuh. Tiba-tiba saja, dia teringat bagaimana dia pernah didorong ke kolam renang di tengah hujan. Bagaimana dia berjuang untuk menyelamatkan diri, bagaimana dia teringat hal terakhir yang ada di dalam benaknya, seketika saja membuatnya ambruk ke lantai. Dengan hati-hati, Arkan berlutut meraih kedua bahunya. Sikapnya lembut dan penuh perhatian. Dia bisa melihat bagaimana bingung dan pucatnya ekspresi istrinya mendengar hal yang mendadak di hari cerah ini. “Aku berniat tidak ingin memberitahumu. Tapi, Lisa benar. Kamu harus mengetahuinya dan berhati-hati. Kita tidak boleh membiarkan hal yang terjadi kepadamu terulang kembali. Casilda, aku tidak mau kehilangan dirimu lagi. Penggemar gila di luar

