Entah bagaimana, Senin keesokan paginya, Casilda terbangun dalam pelukan Ethan di ranjang yang sama. Dia tidak begitu ingat jelas pertengkaran mereka berdua yang berlangsung cukup lama. Hanya teringat hal-hal tidak jelas secara acak. Namun, satu hal yang disyukurinya adalah kimono handuk yang mereka kenakan masih terpasang utuh di tubuh masing-masing. Casilda merasa tubuhnya sakit semua dan kurang bertenaga, tapi dia sangat yakin tidak melakukan apa pun yang aneh-aneh bersama Ethan. Yah, kecuali pria itu yang hampir saja memerkosanya seperti bukan Ethan yang dikenalnya selama ini. “Mau ke mana?” bisik Ethan pelan dan serak di belakang telinga Casilda, menahannya untuk tidak segera bangun dari tempat tidur. Lengan kokoh pria itu memeluk erat tubuh sang pujaan hati, seolah-olah takut dia

