Bab 1 Semua bermula

1022 Words
"Brak!!" suara benturan keras memekakan telinga semua orang yang ada disekitar jalanan Kota. Tanda ada suatu kecelakaan saat itu. "Bos!!" teriak histeris seorang wanita yang ada disana yang tengah menyaksikan langsung kecelakaan tersebut. Sebuah truk bermuatan berat tengah menabrak mobil yang Azra kendarai. Saat itu Azra akan menghadiri sebuah perayaan peresmian anak cabang hotelnya yang ada dibeda Kota. Dan dibelakangnya ada mobil yang dikendarai Asisten dan juga Manager hotelnya yang mengikuti. Namun nahas yang mengalami kecelakaan itu adalah mobil Azra. Ya...dia adalah Azra Adi Admaja salah satu pengusaha Perhotelan termuda saat itu. Dimana diusianya yang ke dua puluh tiga tahun sudah mampu mengembangkan dan memajukan hotel bintang lima yang dikelolanya. Lelaki itu tepat berada didalam mobil yang tengah terbalik disana, mobil yang baku hantam dengan truk bermuatan berat hingga mobil yang dikendarainya terbalik begitu saja. Fransiska dan Asisten Azra yang lain dan yang berada dimobil berbeda dengan Azra segera berhambur keluar dan berlari menghampiri bosnya tersebut. "Bos! bos! bos!" teriak semuanya yang ada disana. "Cepat panggil ambulan sekarang!" perintah Fransiska pada Asisten Azra. Dan karena paniknya, Aldo baru teringat bahwa ia harus segera memanggil ambulan untuk menyelamatkan bosnya. Aldo adalah Asisten dari Azra yang tengah mengemudikan mobil yang berada dibelakang mobil Azra. Karena dua supir Azra sedang tidak bisa hadir. Pak Antok sedang izin karena istrinya melahirkan, dan pak Rahmat sedang diminta mama Azra untuk mengantarkannya menghadiri sebuah acara, karena papa Azra sedang keluar Kota. Satu jam sudah berlalu begitu saja saat Azra dibawa ke Rumah sakit dan masuk kedalam ruang operasi. Disana Fransiska yang kebetulan bergolongan darah yamg sama dengan Azra segera mendonorkan darahnya sebagai rasa kemanusiaan. Gadis itu baru keluar dari ruangan khusus untuk donor darah. Dari sana pun Fransiska segera memberi kabar pada kedua orang tua Azra mengenai kecelakaan yang tengah menimpa putra mereka. Dengan tangis histeris mama Azra datang segera ke Rumah sakit tempat Azra berada. Wanita itu bertemu suaminya tepat saat akan masuk kedalam Rumah sakit. "Papa! Azra kecelakaan pah...anak kita satu-satunya pah..." ucap wanita itu sembari berhambur kepelukan suaminya. "Iya ma...kita masuk dan lihat dulu, untungnya papa juga sudah sampai...dan saat mendapatkan kabar, papa langsung kesini." Ucap papa Azra pada istrinya, akhirnya keduanya masuk kedalam rumah sakit dan segera menuju keruang operasi, disana sudah ada Fransiska, Aldo, dan juga Linda. Ketiganya adalah orang kepercayaan dari Azra. "Bagaimana? apa yang Dokter katakan?" ucap mama Azra tiba-tiba pada ketiganya saat wanita tersebut sudah berada disana. "Masih belum selesai operasinya bu..." ucap Fransiska yang menyampaikan. Terlihat gadis itu tengah menyingsing salah satu lengan tangan pakaiannya sampai keatas siku dan tangan satunya menekan sedikit kapas dibagian bekas jarum bagian tadi yang diambil darahnya. "Kamu kenapa?" tanya mama Azra disana. "Ini habis donor darah bu...buat pak Azra." Ucap wanita itu yang terlihat sangat tulus, hingga membuat mama Azra terharu dan berhambur memeluknya. "Wah...terima kasih ya nak...makasih banyak...saya tidak akan melupakan kebaikanmu ini yang sudah menolong anak saya." Ucap mama Azra pada gadis itu. Dan seketika itu pula mendapat anggukan dari Fransiska. "Tidak apa-apa bu...sudah seharusnya saya berkorban untuk pak Azra." Ucap gadis itu lagi. Hingga Dokter keluar dari ruangan operasi dan menghampiri keluarga Azra, serta orang-orang yang tengah menunggui lelaki itu. "Bagaimana keadaan putra saya Dokter?" ucap papa Azra pada Dokter tersebut. "Syukurnya kritis pak Azra sudah lewat pak, bu...tinggal menunggu pak Azra sadar saja, semoga malam ini ia bisa melewatinya, dan sadar secepatnya." Ucap Dokter tersebut pada keluarga pasien yang baru dioperasinya tadi. Lalu Dokter itu pun pergi meninggalkan semuanya. Azra segera dipindahkan keruang VIP untuk rawat inap setelah operasinya. Hingga larut malam, Fransiska terlihat menunggui Azra dengan sangat sabar disana. Membuat kedua orang tua Azra langsung menyukainya karena kebaikannya itu. Hingga hampir pagi, semua terlihat masih mengantuk namun selalu terjaga, dan benar saja. Azra terbangun saat itu. Ia melihat beberapa orang tengah ada didalam ruangan yang sama dengannya. Azra jelas bisa mengingat bahwa ia baru saja mengalami kecelakaan. "Akh...kepalaku..." ucap Azra saat itu yang lalu membuat mama serta Fransiska terbangun dan melihatnya. "Sayang kamu bangun?" ucap mama Azra pada sang putra. Dan Azra hanya mengangguk mengiyakannya. Sedangkan Fransiska segera meminta Aldo untuk memanggil Dokter jaga yang tengah berjaga, karena Dokter yang tadi mengoperasi Azra berpesan bahwa jika lelaki itu tengah siuman, harus memanggil Dokter jaga. Usai dengan pemeriksaannya, Azra dinyatakan sudah membaik. Dan ia hanya perlu proses pemulihannya saja untuk saat itu sampai sembuh total. Tiga hari berlalu sudah, saat itu Fransiska belum pulang sama sekali, seolah gadis itu sengaja untuk menunjukkan simpati dan perhatian pada bosnya. Membuat kedua orang tua Azra sangat menyukainya, terlebih mama Azra. Siang menjelang sore, mama Azra datang membawa makanan dari rumah untuk sang putra dan Fransiska. "Nak...makan dulu ya kamu, pasti belum makan kan?" tanya mama Azra pada gadis itu. Dan Fransiska hanya mengangguk sebagai jawabannya. Namun belum gadis itu menyuap makanannya, ia melihat mama Azra yang akan menyuapi anaknya, membuat Siska segera menawarkan diri untuk menyuapi bosnya itu. "Biar saya saja bu..." ucap Siska pada mama Azra. Dan disambut senyuman disana. "Kamu makan saja dulu, biar Azra aku yang nyuapi." Ucap wanita itu dengan lembutnya. Akhirnya Siska pun mengangguk sebagai jawabannya. Siska hanya mengamati sesekali dengan lirikannya saat wanita itu menyuapi putranya. Sedangkan Azra saat itu tidak ada perasaan apa-apa pada Siska. Hingga satu minggu berlalu begitu saja, nampak Azra sudah bisa jalan-jalan didalam ruang kamar yang ditempatinya, meski Siska sudah masuk kerja seperti biasanya, namun sepulang kerja gadis itu selalu meluangkan waktu untuk mengunjungi Azra di Rumah sakit. "Sayang...apa kamu tahu? Siska yang telah menyelamatkan nyawa kamu nak...kamu sudah berhutang nyawa padanya, dan sepertinya ia gadis yang baik, dia selalu menjagamu siang dan malam, bahkan sampai saat ini pun dia terus menyempatkan diri menengok kamu kemari setelah pulang kerja, coba pikir, mana ada wanita yang begitu polos dan tulus mau melakukan hal itu jika bukan ia sangat menyukaimu Azra...bagaimana jika kamu mempertimbangkannya? hemmmz...bagaimana jika kamu memilihnya untuk tambatan hati? mama dan papa akan sangat setuju nak, kami sudah melihatnya sendiri bagaimana dia memperlakukanmu, merawatmu siang dan malam...dan itu sangat nyata tulus nak..." ucap mama Azra yang saat itu mampu membuat Azra tertegun ditempatnya. Sedangkan keduanya tidak menyadari jika diluar pintu kamar yang Azra tempati ada Siska yang mendengar jelas percakapan keduanya.

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD