Eps 16

911 Words
Hari ini seyra terbangun dengan wajah yang sedikit pucat. Seyra sempat dilarang oleh sang mama untuk ijin sekolah tetapi yang namanya seyra pastilah keras kepala tetap nekat untuk berangkat. “pagii seyraa” sapa sang sahabat siapa lagi kalau bukan nadine sahabat suka duka yang seyra miliki “eh nad” kaget seyra “kok wajah lo pucet sih” ucap nadine seraya menyentuk wajah seyra “oh mungkin kecapekan aja kok kemarin” ucap seyra menyakinkan nadine “oh yaudah yuk naruh tas bentar lagi upacara mulai” ucap nadine menarik tangan seyra menuju kelasnya “ini kenapa makin pusing aja sih” batin seyra Upacara berjalan dengan lancar. Matahari senantiasa tersenyum kearah para siswa dan siswi sma cakrawala. Tak sedikit yang mengeluh karena panasnya matahari pagi ini. Brukk “ seyraa” teriak nadine dan segera menghampiri seyra yang sudah tergeletak dilantai “mana sih ini pmrnya woyy” teriak nadine, tak ada satupun yang mau mendekat kearah seyra. Saat akan mengendong seyra fadlan datang menghampiri nadine “gua aja yang gendong lo ikut gua” ucap fadlan lalu membawa seyra menuju uks “gua curiga deh ada hubungan apa fadlan sama si kuman itu” ucap angga membuat teman temannya menatapnya “jangan curigaan gak baik” ucap kenzo memperingatkan “gua gak curigaan tapi fadlan sekarang dah beda aja kayak memihak si kuman itu” ucap angga pada mereka. Mereka tidak menanggapi ucapan angga. “ada hubungan apa lo sama seyra fad” batin radit “emang kuman”batin kevin “kalau sukanya sama seyra kenapa selalu belain nadine?”batin angga Angga memang menyukai nadine bahkan sudah sangat lama. Karena angga tidak pernah berani untuk mengungkapkan terjadilah seperti ini, ia hanya mampu memendam perasaanya sendiri dan selalu mencari masalah agar bisa berkomunikasi dengan nadine “gimana nih fad, seyra gak sadar sadar” ucap nadine yang masih panik melihat sahabat satu satunya tergeletak tak berdaya dengan muka yang sangat pucat “lo yang tenang dulu oke” ucap fadlan menenangkan nadine yang sedang panik walaupun sejujurnya ia juga panik takut terjadi apa-apa dengan seyra “fadlan,nadine sebaiknya kalian membawa seyra menuju rumah sakit takutnya ada penyakit yang serius dengan seyra” ucap dokter yang berjaga diuks tersebut membuat fadlan dan nadine saling pandang untuk sejenak lalu “Baik bu,ayo biar gua gendong seyra lo buka kunci mobil gua” ucap fadlan mengendong seyra menuju parkiran dengan nadine disampingnya Fadlan melajukan mobilnya menuju rumah sakit XA hospital dan langsung ditangani oleh dokter yang sedang berjaga. Sekitar satu jam lamanya akhirnya dokter keluar dari ruangan seyra “keluarga pasien?” tanya sang dokter “iya dok kita sahabtnya seyra” ucap nadine “apakah kalian sudah diberitahu pasien tentang penyakitnya?” tanya sang dokter nadine dan fadlan hanya mampu diam “penyakit apa dok?” tanya nadine parau, air mata yang sedari tadi mengenang dikelopak matanya. “pasien mengidap penyakit leukimia dan sudah memasuki stadium awal menuju kedua” ucap sang dokter Air mata nadine mengalir dengan menutup mulutnya dengan sebelah tangannya fadlan yang senantiasa menenangkan nadine “untuk info lebih lanjutnya bisa anda tanyakan dengan dokter pribadi nona seyra” ucap sang dokter “baik dok terimakasih” ucap fadlan dokter tersebut pergi. Nadine terkejut mendengar berita tentang penyakit seyra. “kenapa jalan hidup lo berat banget sih sey” batin nadine Tak lama seyra mulai tersadar dari pingsannya dan menatap kedua sahabatnya yang sedang menatapnya sendu “kalian kenapa?” tanya seyra “sejak kapan sey?kenapa gak bilang?” tanya nadine yang sudah mulai menangis “heii kan seyra kuat” ucap seyra meyakinkan berusaha tersenyum untuk menyakinkan nadine dan fadlan “jangan gitu sey kita dah seperti sodara kalo ada apa apa bilang sama kita” ucap fadlan membuat seyra tersenyum “terimakasih ya kalian yang terbaik dan gua berharap kalian gak ngasih tau masalah ini pada siapa siapa” ucap seyra memohon dengan senyuman tulusnya “asal lo harus benar benar jaga kesehatan lo” ucap nadine tidak terima penolakan “siap laksanakan” ucap seyra kembali Tok tok tok “hai seyra, gimana keadaan kamu?” tanya dokter pribadi seyra “oh baik dok” ucap seyra sembari tersenyum “seyra ini obat kamu jangan lupa diminum apalagi saat kambuh ya,oh iya kamu sudah boleh pulang” ucap dokter pribadi seyra “makasih dokter” ucap seyra “sama sama saya permisi dulu, mari” ucap dokter tersebut lalu pergi meninggalkan ruangan seyra “yuk pulang” ucap seyra membuat kedua temannya membulatkan mata “lo baru sadar sey kayak gak terjadi apa apa aja” ucap nadine “udah ah yuk” ucap seyra dengan rengekannya Nadine dan fadlan hanya bisa pasrah dengan perlakuan semena mena seyra pada dirinya sendiri Nadin dan fadlan mengantarkan seyra sampai dimansion smith “kalian langsung pulang aja sudah malam terimakasih ya” ucap seyra dengan senyuman tulusnya “bener lo ga mau ditemenin sampe dalam?” tanya nadine “udah sana kalian pulang aja” ucap seyra Ketika mobil fadlan sudah tak terlihat barulah seyra memasuki mansion. Dapat seyra lihat keluarganya yang sedang berkumpul diruang keluarga sedang tertawa bersama seyra tersenyum miris tanpa menyapa mereka seyra segera berjalan menuju tangga yang menghubungkan dengan kamarnya “dasar anak tak tau sopan santun” ucap papa daren “pulang malem terus habis jalan sama om om mana lo?” tanya kevin sarkas Tanpa membalas upcaran mereka seyra segera berjalan menuju kamarnya dan tak lupa menyimpan obatnya diatas nakas
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD