32. Manipulatif

1109 Words

"Separah itu?" Dean mengangguk. "Aku nggak pikir nggak akan parah, soalnya seingetku kamu nggak berdarah banyak." "Emang nggak banyak berdarah, tapi kena tulang ekor sama kepala. Aku juga nggak terlalu paham kena syaraf apa." Naya terdiam menatap lantai. Dia tidak pernah mengira bahwa Dean pernah lumpuh. Pernah berada di titik serendah itu. "Aku pernah marah dan kecewa berat sama kamu. Walapun kamu udah punya lelaki lain, paling nggak kamu dateng dan nanyain kabarku." Naya mengerutkan dahi. "Lelaki lain? Itu Om, Om... Aku lupa siapa namanya. Dia kerja sama ayah, makanya dia nemenin aku buat ketemu sama kamu," ujar Naya. "Dan... Aku... Aku dateng, Mas. Aku nyari tahu di mana kamu dirawat besoknya. Aku dateng dua kali. Tapi... Perempuan itu bilang kamu nggak mau nemuin aku. Dia bi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD