KOMEN>VOTE *** Naya melirik perempuan di depannya dengan mata sinis. Perempuan berhijab yang sedari tadi mengamati Naya hanya menghela napas pelan. "Apa, sih? Jangan ganggu orang makan, deh!" protes Naya di sela suapan sarapannya. "Udah tiga hari kamu nggak kerja." "Gue udah tukeran jadwal cuti sama dokter bedah lain. Kamu kalau nggak ada yang penting mending pergi, deh!" Farah menggelengkan kepala. Sudah tiga hari berturut-turut ia selalu menyambangi rumah Naya. Alasannya apalagi kalau bukan karena acara lamaran Dean yang gagal total. "Masih nggak mau dengerin aku sama sekali?" Naya menggeram pelan. "Nggak kamu, nggak ayah, mama, Profesor Adam, semuanya pasti sama. Aku capek dari kemarin dibilang ini itu, terus akhir-akhirnya pada belain Dean semua." "Aku belain kamu, kok

