"Gue di sini karena calon istri dan anak gue yang baru lahir. Harusnya yang aneh itu karena lo yang baru muncul dan tiba-tiba mengakui anak yang dari awal udah lo tolak. Situ sehat?" Bola mata Bravino nyaris menggelinding keluar saat mendengar ucapan Kaisar. Lelaki di kursi roda itu sepertinya sudah tidak sayang dengan nyawanya sendiri. "Kayaknya lo gak tahu cari gara-gara sama siapa?" Bravino menggeram marah. Membuat suasana kamar di rumah sakit itu seketika berubah menjadi taman safari dalam versi gurun. Dimana ada dua ekor singa lapar yang tengah saling menatap tajam. Siap saling menggaruk dengan cakar dan mengunyah dengan gigi yang tajam. "Gue tahu, tahu banget. Justru karena itu gue gak punya alasan untuk takut!" balas Kaisar tak gentar sama sekali. Bahkan ia juga tersenyum menge

