Suara ambulans terdengar dari jauh dan segera mendekat. Kondisi di dalam mobil sudah tak bisa dijelaskan dengan kata-kata. “Iv, Ivy! Bangun!” Teriakan dan guncangan itu membuat Ivy ditarik paksa dari ketidaksadarannya. Terakhir ia ingat adalah saat tiba-tiba mobil yang Kaisar kendarai ditrabrak dan kehilangan kendali. Di sepersekian detik waktu genting tersebut, tahu-tahu Ivy sudah berada dalam rangkulan Kaisar. Lelaki itu melingkupi tubuhnya seakan ingin memberikan perlindungan penuh pada Ivy juga calon bayinya. “B-Bang?” “Oh, terima kasih Tuhan,” ujar Kaisar lalu mengecup kening Ivy. “Yang penting kamu sadar. Gak apa-apa, kamu dan anak kita akan selamat,” ucapnya lagi sebelum dirinya sendiri yang kehilangan kesadaran. Baru saat itu Ivy sadar, darah yang ia lihat di hadapannya ad

