Bravino merasa tangannya mulai kesemutan. Ia ingin menarik, tapi rasanya berat. Mungkin karena sudah terlalu lama tangannya menjadi tumpuan kepala wanita yang ia hukum sampai minta ampun berulang kali. Hukuman yang sebenarnya sangat dinikmati oleh mereka berdua. You know what i mean, kaaaaannn? Setelah membuat Ivy frustasi dengan klimaks yang digantung, hingga wanita itu nyaris terisak, akhirnya Bravino tak tega. Kembali, ia luluh di hadapan wanita yang lebih muda sepuluh tahun dibandingkan dirinya. Bahkan tadi, Bravino dengan senang hati kembali membawa Ivy bersama ke surga dunia tingkat delapan. Kembali ia malah terjerat dan terjebak dalam hukuman yang dirinya buat sendiri. Mata dengan sorot tajam itu menatap wanita mungil yang kini wajahnya berada tepat di bawah dagu. Seperti bias

